Minggu, 29 Juli 2012

entah bagaimana aku harus memulai semua cerita ini..........rasa yang telah lama hilang itu semalam balik lagi, dy berikan yang ku inginkan, begitupun aku...sudah beberapa bulan terakhir ini aku dan dy saling cuek seakan2 ada masalah yang sesungguhnya tidak ada sama sekali.mungkin keganjilan itu sudah kami rasa bersama...namun tidak satu pun di antara kami yang ingin memulai untuk menyelesaikaaku harap semoga ini akan berlanjut baik untuk kedepannya..............amin.nnya...aku merasa jellous dengannya saat ia dekat dengan yang lain, dan sering jengkel dengan sifat arrogantnya yang sudah aku sadari akan semuanya itu.tapi tadi malam saat2 dimana aku dan dy saling memberi waktu dulu tekah kembali, rasa senang tak bisa aku sembunyikan sampe aku tak ingin melewatkan saat2 itu walau hanya sedetik saja.bagiku dia adalah segalanya,walopun ku tau aku tak bisa terus bersamanya.


Rabu, 06 Juni 2012

warna

cinta terpendam yang sampai saat ini masi ada di dalam hati ku begitu menyiksa.
aku tidak tau apa yang harus aku lakukan sekarang.diri ini kadang tak sadar bahwa aku menunjukkan rasa sayang ini pada mu.diri ingin selalu menjauh walaupun sesungguhnya hati ini ingin ada di dekat mu.melihat mu saja aku senang, apalagi bersama mu.tapi, hal itu tidak bisa aku lakukan.kau tlah ada yang punya dan aku tak ingin merusak hubungan yang telah lama kau jalani.aku juga takut setelah nanti kau tau perasaan ku selama ini,  aku tidak bisa bersama mu lagi.karena sangat tampak sekali bahwa tidak ada perasaan apapu selain dari sekedar sahabat.tapi biarlah, kelak jika kita bersama hingga nanti kita tak mampu untuk berdiri, aku akan mengutarakannya, biar    niat ku kesampaian.

inilah diriku

mungkin aku berbeda dengan yang lain.
ketika mood terhadap seorang teman begitu dekat, maka aku akan mempercayainya seperti apapun dia.
dy akan jadi saudara untuk ku di saat aku jauh dan dekat dengan keluarga ku.
akan ku lakukan apa saja untuk membantunya, bahkan saat ia tidak memintaku untuk menolongnya.
dan akan ku berikan apa saja untuk kebahagiaannya,.
aku tidak akan memanggil namanya dengan sebutan nama aslinya, namun ada nama tersendiri, dimana hanya aku yang menyebut nama itu kepadanya.
bagiku, teman adalah seseorang yang paling tau keadaan kita saat ini, tau bagaimana suasana hati kita, tau kondisi fisik kita dan mungkin dia tau suasana hati kita. dan aku akan berusaha untuk tidak mengecewakannya.
namun, disaat aku telah merasa bahwa apa yang telah di lakukannya terhadapku melampaui batas emosionalku., aku tidak akan memberikan kesempatan kedua kalinya untuk bisa jadi orang yang aku percaya.

...

kadang aku berfikir bahwa aku yang sekarang udah baik dalam segala hal. namun kenyataannya tidak demikian.
sebagian dari teman2 terlihat tidak begitu senang dengan kehadiranku,.
harusnya aku bisa membuat semuanya terenyum.
kini hanya bisa mengoreksi diri....
melihat dan meraakan apa yang telah aku lakukan kemarin.